Peran Guru dalam Pembelajaran

Istilah guru pada saat ini mengalami penciutan makna. Guru adalah orang yang mengajar di sekolah. Orang yang bertindak seperti guru seandainya di berada di suatu lembaga kursus atau pelatihan tidak disebut guru, tetapi tutor atau pelatih. Padahal mereka itu tetap saja bertindak seperti guru. Mengajarkan hal-hal baru pada peserta didik.

Terlepas dari penciutan makna, peran guru dari dulu sampai sekarang tetap sangat diperlukan. Dialah yang membantu manusia untuk menemukan siapa dirinya, ke mana manusia akan pergi dan apa yang harus manusia lakukan di dunia. Manusia adalah makhluk lemah, yang dalam perkembangannya memerlukan bantuan orang lain, sejak lahir sampai meninggal. Orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah dengan harapan guru dapat mendidiknya menjadi manusia yang dapat berkembang optimal.

Minat, bakat, kemampuan, dan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individu, karena antara satu perserta didik dengan yang lain memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Mungkin kita masih ingat ketika masih duduk di kelas I SD, gurulah yang pertama kali membantu memegang pensil untuk menulis, ia memegang satu persatu tangan siswanya dan membantu menulis secara benar. Guru pula yang memberi dorongan agar peserta didik berani berbuat benar, dan membiasakan mereka untuk bertanggungjawab terhadap setiap perbuatannya. Guru juga bertindak bagai pembantu ketika ada peserta didik yang buang air kecil, atau muntah di kelas, bahkan ketika ada yang buang air besar di celana. Guru-lah yang menggendong peserta didik ketika jatuh atau berkelahi dengan temannya, menjadi perawat, dan lain-lain yang sangat menuntut kesabaran, kreatifitas dan profesionalisme.

Memahami uraian di atas, betapa besar jasa guru dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan para peserta didik. Mereka memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM), serta mensejahterakan masyarakat, kemajuan Negara dan bangsa.

Guru juga harus berpacu dalam pembelajaran, dengan memberikan kemudahan belajar bagi seluruh peserta didik, agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Dalam hal ini, guru harus kreatif, professional dan menyenangkan, dengan memposisikan diri sebagai :

1. Orang tua, yang penuh kasih saying pada peserta didiknya.

2. Teman, tempat mengadu dan mengutarakan perasaan bagi para peserta didik.

3. Fasilitator, yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani peserta didik sesuai minat, kemampuan dan bakatnya.

4. Memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran pemecahannya.

5. Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab.

6. Membiasakan peserta didik untuk saling berhubungan dengan orang lain secara wajar.

7. Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antar peserta didik, orang lain, dan lingkungannya.

8. Mengembangkan kreativitas.

9. Menjadi pembantu ketika diperlukan.

Demikian beberapa peran yang harus dijalani seorang guru dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh para siswanya.

WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu

(1) pendidik (nurturer),

(2) model,

(3) pengajar dan pembimbing,

(4) pelajar (learner),

(5) komunikator terhadap masyarakat setempat,

(6) pekerja administrasi, serta

(7) kesetiaan terhadap lembaga.

Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.

Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila.

Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.

Peran guru sebagai pelajar (leamer). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.

Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental.

Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya.

Guru sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Secara formalnya,

1. Peran Guru dalam Memahami Siswa sebagai Dasar Pembelajaran
Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis mengikuti tahap tertentu.
Proses perkembangan siswa mencakup:
§ Proses biologis
§ Proses kognitif
§ Proses social
Perkembangan kognitif mengacu pada perubahan struktur skema
Kemampuan klasifikasi anak mulai berkembang pada periode operasi konkret
Ciri utama periode operasi formal adalah anak mampu memahami makna suatu hal
Jika ditinjau dari segi perkembangan siswa sekolah dasar, maka isi mata pelajaran sebenarnya adalah sesuatu yang terpadu dengan kehidupan anak
Konsep pendekatan perkembangan dari dimensi umur menghendaki guru melakukan:
§ Mempersiapkan program yang sesuai
§ Menciptakan lingkungan guru yang kondusif
§ Merencanakan pengalaman belajar yang terpadu
Keragaman individual siswa tetap menjadi acuan bagi guru dalam melaksanakan proses pembejaran. Satu hal yang dapat dilakukan untuk mengakomodasi hal tersebut adalah mencoba memvariasikan metode pembelajaran yang digunakan
Pola dasar interaksi guru-siswa di sekolah terwujud dalam bentuk guru merespon kebutuhan siswa dalam suasana hangat dan menumbuhkan kesan akan pemahaman orang dewasa terhadap anak
Evaluasi terhadap hasil belajar anak dilakukan dengan cara tes dan pengamatan.

2. Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran
Pendidikan adalah suatu yang telah diperoleh. Pengertian tersebut adalah dari cara pandang guru yang memandang pendidikan sebagai kata benda
Inkuiri reflektif dalam proses pembelajaran mengandung makna di dalam proses pembelajaran telah terjadi proses sintetis dan analitis
Proses pembelajaran memiliki fungsi yang berkaitan dengan perkembangan peserta didik yaitu:
§ Pengembangan
§ Peragaman
§ Integrasi
Analisis kurikulum bagi seorang guru berarti merumuskan rencana dan bahan ajar yang lebih bermakna sesuai dengan perkembangan pserta didik
Siswa akan menunjukkan respon positif terhadap tugas-tugas yang diberikan guru selama proses pembelajaran. Rumus tujuan pembelajaran itu merupakan contoh tujuan efektif
Dalam proses pembelajaran, Bu Tuti memberikan ilustrasi tentang pentingnya materi yang akan dipelajari untuk kehidupan siswa dimasa yang akan datang. Kegiatan itu dilakukan Bu Tuti pada waktu membuka proses pembelajaran
Dalam proses pembelajaran, guru sebaiknya tidak mengajukan pertanyaan kepada kelas dan menunggu siswa yang mengacungkan tangan untuk menjawab
Guru melakukan evaluasi formatif dengan cara memberikan latihan diantara penjelasan materi pada setiap pertemuan pembelajaran.

3. Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran dan Manajemen Kelas
Seorang guru dapat dikatakan telah melakukan pembelajaran jika terjadi perubahan perilaku pada peserta didik akibat dari kegiatan tersebut
Dampak instruksional dan dampak pengiring bersifat terpadu
Manajemen kelas merupakan proses penanaman disiplin pada siswa. Cara pandang itu adalah pendekatan otoriter
Jika guru memberikan kebebasan pada peserta didik untuk belajar dan melakukan semua yang mereka kehendaki maka guru tersebut menggunakan pendekatan permisif
Pendekatan optimal adalah proses pengembangan lingkungan belajar yang dikehendaki dan menekankan sekecil mungkin pembatasan-pembatasan
Keuntungan yang diperoleh guru dan peserta didik, jika belajar dalam kelompok kecil maka:
i. Pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik
ii. Peserta didik merasa bertanggungjawab
iii. Guru dapat memantau pekerjaan peserta didik secara langsung

4. Peran Guru dalam Evaluasi pembelajaran
Proses evaluasi mendapat informasi, mempertimbangkan dan dan membuat keputusan
Jika guru ingin mendapatkan informasi tentang pendapat dan perasaan siswa tentang proses pembelajaran yang sedang berlangsung, maka teknik yang tepat adalah inkuiri
Teknik pengumpulan informasi yang paling obyektif adalah testing
Untuk mengumpulkan informasi tentang pendapat, perasaan, dan minat siswa, instrument yang paling tepat digunakan adalah koesioner
Untuk memperoleh informasi tentang cara siswa mengemukakan suatu pendapat dan cara menganalisisnya, guru sebaiknya membuat ragam soal uraian
Tujuan evaluasi formatif adalah menilai keberhasilan proses mengajar.

4 thoughts on “Peran Guru dalam Pembelajaran

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s